{"id":2910,"date":"2026-06-18T15:43:37","date_gmt":"2026-06-18T15:43:37","guid":{"rendered":"https:\/\/radarkini.com\/?p=2910"},"modified":"2026-06-18T15:43:38","modified_gmt":"2026-06-18T15:43:38","slug":"bupati-banyuwangi-tekankan-inovasi-berorientasi-dampak-nyata-bagi-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/radarkini.com\/index.php\/2026\/06\/18\/bupati-banyuwangi-tekankan-inovasi-berorientasi-dampak-nyata-bagi-masyarakat\/","title":{"rendered":"Bupati Banyuwangi Tekankan Inovasi Berorientasi Dampak Nyata bagi Masyarakat"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: Fajar alamin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jakarta<\/strong> \u2013 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan inovasi daerah yang tidak hanya sekadar formalitas, melainkan mampu memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan warga. Konsistensi dalam melahirkan terobosan ini telah mengantarkan Banyuwangi meraih predikat sebagai kabupaten terinovatif di Indonesia selama delapan tahun berturut-turut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa esensi dari sebuah inovasi terletak pada kebermanfaatannya bagi publik. Dalam acara <em>Sekar Agni<\/em> yang diselenggarakan oleh <em>detikSore<\/em>, Kamis (18\/6\/2026), Ipuk menekankan pentingnya selektivitas dalam merancang program inovasi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span><i class=\"fas fa-arrow-right\"><\/i><\/span>Bukan Sekadar Aplikasi <\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bupati Ipuk meluruskan persepsi bahwa inovasi identik dengan teknologi informasi atau pembuatan aplikasi semata. Menurutnya, inovasi memiliki cakupan yang luas dan harus disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Inovasi itu banyak bentuknya. Dalam inovasi ini, kita harus melihat apa yang nantinya bisa berdampak nyata bagi masyarakat. Kalau kita hanya sekadar mampu membuat aplikasi, tetapi aplikasi itu ternyata tidak berdampak pada kesehatan masyarakat, berarti inovasi itu kegagalan,&#8221; jelas Ipuk.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span><i class=\"fas fa-arrow-right\"><\/i><\/span>Strategi Digitalisasi dan Layanan Jemput Bola <\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai salah satu daerah dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) terbaik, Banyuwangi telah mengintegrasikan teknologi digital dalam pelayanan publik mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Namun, Ipuk menyadari bahwa digitalisasi memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait keterbatasan akses sinyal di wilayah pegunungan serta tantangan literasi digital masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengatasi hambatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengombinasikan strategi digital dengan pendekatan <em>jemput bola<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Digitalisasi:<\/strong> Mempermudah alur birokrasi dan akses layanan bagi masyarakat yang sudah melek teknologi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jemput Bola:<\/strong> Petugas terjun langsung ke desa-desa untuk menjangkau masyarakat yang belum terjangkau layanan digital atau tinggal di kawasan dengan sinyal minim.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Karena itu, selain memaksimalkan pelayanan melalui digitalisasi, kami juga melakukan jemput bola dengan mendatangi langsung desa-desa,&#8221; tambah Ipuk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan strategi yang adaptif dan inklusif ini, Banyuwangi terus berupaya menjaga kinerjanya sebagai daerah dengan inovasi pelayanan publik yang berdampak luas bagi masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Fajar alamin Jakarta \u2013 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan inovasi daerah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2911,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2910","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/radarkini.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2910","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/radarkini.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/radarkini.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkini.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkini.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2910"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/radarkini.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2910\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2913,"href":"https:\/\/radarkini.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2910\/revisions\/2913"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkini.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2911"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/radarkini.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2910"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkini.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2910"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/radarkini.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2910"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}