Bekasi, 26 Juni 2025 – Seiring meningkatnya kebutuhan akan pelayanan publik yang cepat dan akurat, Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan dokumen pertanahan (warkah). Sistem manual yang masih digunakan selama ini telah menimbulkan berbagai kendala, mulai dari lamanya pencarian arsip, risiko kerusakan dokumen, hingga tumpang tindih informasi.
Melihat kondisi ini, tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dari Universitas Pamulang—Syahril Wildan, Fajril Kemal Fathan, dan Mohammad Heyckal—menginisiasi sebuah inovasi teknologi berupa pengembangan Sistem Manajemen Warkah Digital dengan pendekatan metode pengembangan perangkat lunak Waterfall.
Solusi Digital untuk Aset Tanah Rakyat
Warkah, yang berisi dokumen penting seperti akta jual beli, hibah, waris, hingga pengukuran, adalah dasar hukum atas tanah yang harus dikelola dengan sangat hati-hati. Dalam proyek ini, mahasiswa merancang sistem digital yang mampu mencatat, menyimpan, mencari, dan melacak dokumen warkah secara cepat dan aman.
“Sistem ini dirancang untuk menyederhanakan proses birokrasi, sekaligus menjaga keamanan dan integritas dokumen-dokumen penting tersebut,” jelas Fajril Kemal, salah satu pengembang.
Fitur Sistem Lengkap dan Terstruktur
Dalam proses perancangannya, tim mahasiswa menggunakan pendekatan metode Waterfall yang terdiri dari tahapan terstruktur: analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, hingga dokumentasi. Beberapa fitur utama sistem antara lain:
-Login pengguna aman dan terverifikasi
-Input data warkah terstandar
-Pencarian dokumen cepat dengan kata kunci
-Pelaporan digital dan cetak otomatis
-Dashboard interaktif bagi admin
-Pengelolaan sesi pengguna (logout)
Setiap fitur tersebut divisualisasikan dalam bentuk diagram Flowchart, Use Case, Activity, dan Sequence untuk mempermudah pemahaman alur sistem dan validasi fungsionalitas.
Menuju Layanan Pertanahan yang Modern dan Transparan
Dengan pengembangan sistem ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi diharapkan dapat:
-Meningkatkan kecepatan pelayanan publik.
-Mengurangi potensi kehilangan dokumen.
-Menjaga keamanan data melalui kontrol akses.
-Mendukung audit dan pelacakan penggunaan dokumen.
“Proyek ini bukan sekadar tugas akademik, tapi bentuk nyata kontribusi kami dalam mendorong reformasi digital di instansi pemerintahan,” ungkap Mohammad Heyckal.
Ditujukan untuk Pemerintah dan Publik
Proyek ini mendapat dukungan penuh dari dosen pembimbing dan pihak instansi terkait di Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi. Sistem yang dibangun berbasis aplikasi desktop/web sederhana, dan dapat menjadi pondasi untuk pengembangan lebih lanjut—termasuk integrasi ke server pusat BPN dan layanan publik daring.
