TANGERANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Fakultas Teknik Elektro, Universitas Pamulang, sukses melaksanakan kegiatan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) instalasi pompa air dan sistem kontrol otomatis yang terintegrasi dengan backup panel surya di Pondok Pesantren Al-Fatah, Cisauk.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan pengurus dan santri dalam pengelolaan sistem air bersih yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Langkah ini diambil sebagai solusi atas permasalahan sistem penyediaan air di pondok pesantren yang selama ini masih bersifat semi-manual.
Sebelumnya, pengoperasian pompa yang belum terotomatisasi berisiko menyebabkan pemborosan energi, ketidakefisienan distribusi air, hingga kerusakan peralatan akibat penggunaan yang tidak terkontrol.
Tim pelaksana yang terdiri dari Hendi Setyo Sabtiawan, Denisa Anggraeni, Eben Siringoringo, Marsella Putri Karenia, dan Wisnu Setia Putra memaparkan materi komprehensif yang mencakup:

- Prinsip dasar instalasi kelistrikan yang aman.
- Pemilihan komponen sesuai standar.
- Penggunaan sistem proteksi untuk mencegah gangguan, seperti beban lebih dan korsleting.
- Pengenalan sistem kontrol otomatis berbasis sensor yang mengatur kerja pompa secara mandiri.
Salah satu keunggulan utama dalam sistem ini adalah integrasi dengan panel surya sebagai sumber energi cadangan. Dengan adanya backup ini, sistem pompa air tetap dapat beroperasi meskipun terjadi pemadaman listrik, sekaligus mendukung penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Kegiatan ini tidak hanya menyajikan materi teoretis, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung. Para peserta diajak untuk memahami langkah-langkah instalasi, pengoperasian, hingga pemeliharaan sistem secara sederhana.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, yang ditunjukkan melalui diskusi aktif dan berbagai pertanyaan mengenai implementasi sistem di lingkungan pondok pesantren.
Melalui inisiatif ini, diharapkan Pondok Pesantren Al-Fatah Cisauk dapat memiliki sistem penyediaan air yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan. Lebih jauh, peningkatan pengetahuan dan keterampilan ini diharapkan mampu mendukung kemandirian pesantren dalam mengelola infrastruktur teknis secara optimal di masa mendatang.

