
DEPOK – Tiga mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) berhasil mengembangkan dan menerapkan Sistem Informasi Absensi Guru Berbasis RFID Terintegrasi Web di SMP Gelora Depok sebagai bagian dari kegiatan Kerja Praktik (KP) yang berlangsung pada 30 Maret hingga 4 Juni 2026.
Mahasiswa yang terlibat dalam pengembangan sistem tersebut adalah Satria Nur Fajriansyah, Muhammad Ilham Baehaqi, dan Harsya Rafif Pramadhan di bawah bimbingan Maulana Ardhiansyah, S.Kom., M.Kom. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung digitalisasi administrasi sekolah sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan kehadiran guru.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di SMP Gelora Depok, proses absensi guru sebelumnya masih dilakukan secara manual menggunakan pencatatan pada kertas dan rekapitulasi data menggunakan Microsoft Excel. Metode tersebut dinilai kurang efektif karena membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses pelaporan, berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, serta menyulitkan pencarian data kehadiran saat diperlukan.
Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa Universitas Pamulang merancang dan membangun sistem absensi berbasis Radio Frequency Identification (RFID) yang terintegrasi dengan aplikasi berbasis web. Sistem ini memungkinkan guru melakukan absensi secara otomatis hanya dengan menempelkan kartu RFID pada perangkat pembaca yang telah terhubung dengan sistem.
Melalui penerapan teknologi RFID, data kehadiran dapat tersimpan secara otomatis ke dalam database sehingga proses monitoring, pengelolaan data, dan pembuatan laporan dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terstruktur. Selain fitur pencatatan kehadiran otomatis, sistem juga dilengkapi dengan fitur pengelolaan data guru, monitoring kehadiran, laporan harian, serta rekapitulasi absensi yang dapat diakses oleh pihak sekolah.


Proses absensi guru menggunakan kartu RFID yang terintegrasi dengan sistem berbasis web di SMP Gelora Depok. Sistem secara otomatis mencatat data kehadiran dan menyimpannya ke dalam database sekolah.
Setelah proses pengembangan selesai, sistem diuji untuk memastikan seluruh fitur berjalan sesuai kebutuhan pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fitur utama seperti login pengguna, pengelolaan data guru, proses absensi menggunakan RFID, monitoring data kehadiran, hingga pencetakan laporan berhasil berfungsi dengan baik.
Ketua tim Kerja Praktik, Satria Nur Fajriansyah, menyampaikan bahwa pengembangan sistem ini merupakan bentuk implementasi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk membantu menyelesaikan permasalahan nyata di lingkungan pendidikan.
“Melalui implementasi sistem absensi berbasis RFID ini, kami berharap proses administrasi kehadiran guru dapat berjalan lebih efektif, akurat, dan terdokumentasi dengan baik. Sistem ini juga diharapkan dapat mendukung upaya digitalisasi yang sedang dilakukan oleh SMP Gelora Depok,” ujarnya.
Menurut dosen pembimbing, Maulana Ardhiansyah, S.Kom., M.Kom, kegiatan Kerja Praktik merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik langsung di dunia kerja.
“Melalui Kerja Praktik, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga belajar beradaptasi dengan lingkungan kerja, mengembangkan kemampuan komunikasi, serta meningkatkan keterampilan pemecahan masalah yang dibutuhkan di era digital saat ini,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengembangan Sistem Informasi Absensi Guru Berbasis RFID di SMP Gelora Depok menjadi contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat menerapkan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan untuk menghasilkan solusi teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan institusi pendidikan.
Penerapan sistem ini diharapkan mampu membantu SMP Gelora Depok dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kehadiran guru, meminimalkan kesalahan administrasi, serta mempercepat proses penyusunan laporan kehadiran. Selain memberikan manfaat bagi sekolah, kegiatan Kerja Praktik ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis dan profesional melalui pengalaman langsung di dunia kerja.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan, pemanfaatan teknologi informasi diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan di Indonesia.