
SERAH TERIMA PLATFORM DIGITAL: Mahasiswa Teknik Informatika UNPAM Muhamad Fikri Syah Putra, Risky Dwi Setiyawan, Pemilik UMKM Bintang Sawi Ibu Eka Jen Jurniasih, dan Rifki Nafis Azka berfoto bersama sembari menunjukkan berkas pengesahan rampungnya rekayasa teknologi dan sampel produk kuliner unggulan di depan gerai Bintang Sawi, Cibodasari, Kota Tangerang, Banten. Momentum ini menandai beralihnya sistem tata kelola pemasaran konvensional mitra menuju ekosistem digital terintegrasi “Bintang Sawi”.
TANGERANG — Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pamulang (UNPAM) berhasil menciptakan terobosan teknologi hilirisasi riset bangku kuliah berupa platform marketplace multi-vendor berbasis website dinamis. Langkah strategis ini direalisasikan guna mendigitalisasi total tata kelola operasional, rantai pasok (supply chain), serta perluasan jangkauan pasar industri kuliner rumahan (home industry) berskala mikro informal yang selama ini terisolasi oleh keterbatasan adopsi perangkat digital.
Proyek rekayasa perangkat lunak yang berlangsung dalam rentang waktu Maret hingga Juli 2026 ini digarap secara kolaboratif oleh kelompok mahasiswa yang beranggotakan Risky Dwi Setiyawan, Muhamad Fikri Syah Putra, dan Rifki Nafis Azka. Seluruh rangkaian siklus pengembangan sistem berjalan di bawah supervisi bimbingan intensif dari akademisi Universitas Pamulang, Farizi Ilham, S.Kom., M.Kom., dengan mengambil lokus studi kasus pada UMKM kuliner “Bintang Sawi” yang berdomisili di Jalan Sawi Raya No. 69, RT.003/RW.008, Cibodasari, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten. Bintang Sawi, yang didirikan oleh Ibu Eka Jen Jurniasih sejak masa pandemi tahun 2020, memproduksi variitas kuliner lokal seperti laksa, nasi kebuli, kue kering lebaran, sambal kemasan, hingga biskuit olahan tepung mocaf.

ANALISIS KEBUTUHAN DIGITALISASI: Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM), Risky Dwi Setiyawan, saat melakukan wawancara terstruktur dan observasi logistik mendalam bersama Pemilik (Owner) UMKM Bintang Sawi, Ibu Eka Jen Jurniasih, di Tangerang, Banten. Kegiatan ini berfokus pada identifikasi kelemahan sistem operasional konvensional guna merumuskan spesifikasi fitur mutlak dalam platform marketplace multi-vendor yang dirancang.
Selama enam tahun beroperasi, Bintang Sawi menghadapi hambatan besar pada sisi manajemen transaksional. Proses pencatatan pesanan, khususnya untuk skema Pre-Order (PO) musiman berskala besar, sepenuhnya dilakukan secara manual melalui aplikasi WhatsApp dan buku besar konvensional. Pola ini memicu tingginya risiko human error seperti pesanan yang terselip, miskalkulasi inventori, serta kerumitan rekapitulasi data omset bulanan. Lebih dari itu, inisiatif mulia Bintang Sawi untuk memberdayakan dan mewadahi para pelaku UMKM rumahan di sekitar lingkungannya agar dapat berjualan bersama senantiasa terbentur ketiadaan infrastruktur digital. Model e-commerce konvensional satu penjual (single-vendor) dinilai tidak akomodatif untuk mengonsolidasikan banyak pedagang dalam satu ekosistem.
Menjawab problematik tersebut, tim pengembang mahasiswa Teknik Informatika UNPAM mengadopsi metodologi rekayasa perangkat lunak Software Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall untuk membangun platform “Bintang”. Aplikasi web dinamis ini dibangun menggunakan arsitektur pemrograman PHP Native murni tanpa menggunakan framework eksternal untuk memastikan kecepatan eksekusi skrip, keringan performa, serta kemudahan pemeliharaan (maintenance) di tingkat lokal server. Struktur penyimpanan data dikonfigurasi secara ternormalisasi melalui sistem manajemen basis data relasional (Relational Database Management System) MySQL.
Perbedaan fundamental dari platform ini terletak pada kemampuan penanganan transaksi multi-vendor. Sistem menyediakan isolasi hak akses ruang kerja (privilege separation) yang tegas melalui tiga dasbor aktor: Super Admin (pengelola platform), Vendor Mitra (pedagang kuliner sekitar), dan Customer. Fitur inti yang diunggulkan adalah Keranjang Belanja Komunal (Multi-Vendor Cart). Melalui fitur ini, pelanggan dapat memilih dan memasukkan aneka menu makanan dari beberapa toko mitra yang berbeda ke dalam satu keranjang secara bersamaan. Pada saat menekan tombol checkout, logika sistem PHP secara otomatis memecah (splitting) data pesanan menjadi beberapa ID transaksi terpisah yang disesuaikan dengan parameter ID masing-masing vendor asal produk.
Selanjutnya, untuk memangkas rumitnya persyaratan legalitas korporasi serta beban potongan komisi transaksi otomatis yang umumnya memberatkan usaha mikro informal, sistem ini menerapkan mekanisme Pembayaran Satu Pintu (Single-Gate Payment). Seluruh transaksi finansial dari pembeli dialirkan via transfer bank manual ke rekening pusat milik Bintang Sawi sebagai Super Admin. Pelanggan cukup mengunggah foto bukti fisik transfer langsung ke sistem, yang kemudian divalidasi secara manual oleh admin pusat sebelum notifikasi pengerjaan pesanan diteruskan secara real-time ke dapur masing-masing vendor terkait.

ANTARMUKA MARKETPLACE MULTI-VENDOR: Tampilan visual halaman katalog utama (homepage) aplikasi marketplace berbasis website “Bintang Sawi” yang dirancang secara mandiri oleh mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang menggunakan tumpukan teknologi PHP Native dan sistem manajemen basis data relasional MySQL. Sistem dibekali kemampuan memproses dan memisahkan pesanan dari beberapa toko vendor yang berbeda secara otomatis dalam satu invoice terpusat.
Perwakilan tim pengembang mahasiswa UNPAM, Risky Dwi Setiyawan, menegaskan bahwa luaran Kerja Praktek ini tidak sekadar berorientasi pada pemenuhan tugas akademik semata, melainkan sebuah bentuk implementasi nyata tri dharma perguruan tinggi dalam melakukan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berbasis IPTEK. “Sistem informasi Bintang Sawi didesain secara khusus sebagai jawaban atas terbatasnya jangkauan pemasaran organik UMKM komunal. Kami mengintegrasikan fitur kalkulasi bagi hasil otomatis pada sistem laporan penjualan sehingga admin dan vendor mitra dapat melihat rekapan keuntungan bersih secara transparan tanpa pencatatan kertas lagi. Ini adalah langkah awal dalam membangun kemandirian aset digital bagi komunitas industri rumahan kuliner lokal agar mampu berkolaborasi, berdaulat, dan naik kelas bersama di era transformasi digital,” papar Risky saat ditemui di lokasi serah terima sistem, Senin (15/6/2026). Melalui pengujian kelayakan fungsional antarmuka dan penanganan galat input menggunakan metode Black-Box Testing, platform “Bintang Sawi ” dinyatakan 100 persen valid, stabil, serta siap diimplementasikan secara penuh pada server produksi untuk menggerakkan roda ekonomi digital komunal masyarakat Cibodas, Kota Tangerang.