Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang Bangun Sistem Pencatatan Digital untuk Posyandu Koi, Gantikan Buku Besar dan Excel Manual

Pamulang Timur, Tangerang Selatan — Posyandu Koi yang berlokasi di Jl. Kiwi 2, Pamulang Timur, kini resmi beralih dari sistem pencatatan manual ke sistem informasi digital berbasis web. Sistem ini dikembangkan oleh Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang semester 6, sebagai bagian dari tugas mata kuliah Kerja Praktik (KP) sedari tanggal 1 maret hingga 1 juni.

Selama ini, pencatatan di Posyandu Koi masih dilakukan secara konvensional menggunakan buku besar dan formulir cetak dari Puskesmas setempat, yang sesekali dibantu dengan rekap tambahan di Microsoft Excel. Namun, kombinasi ini tetap menyisakan banyak celah. Data yang tercatat di buku fisik dan file Excel sering tidak sinkron satu sama lain, sehingga kader harus mengecek dua sumber berbeda hanya untuk memastikan data yang benar. Setiap kelompok usia mulai dari ibu hamil, bayi, hingga anak pra sekolah dicatat dalam buku yang berbeda-beda, sementara file Excel yang dipakai sebagai cadangan justru sering tertinggal pembaruannya karena harus diisi ulang secara manual.

Masalah ini diperparah ketika seorang anak seharusnya sudah berpindah kategori usia, namun datanya masih tertinggal di buku lama maupun file Excel karena kader tidak menyadari perubahan tersebut. Selain rawan tidak sinkron, file Excel yang dikelola di komputer atau laptop pribadi kader juga berisiko hilang atau rusak, dan tidak bisa diakses bersama secara real-time oleh kader lain.

“Dengan sistem manual, kami harus mengecek satu per satu tanggal lahir warga untuk memastikan kategorinya masih sesuai. Itu memakan waktu dan rawan salah,” ujar salah satu kader Posyandu Koi.

Melihat permasalahan tersebut, Naufal, Putri dan Nazwa, merancang dan membangun sebuah sistem informasi berbasis web khusus untuk Posyandu Koi sebagai pelaksanaan Kerja Praktik. Sistem ini mengotomatiskan seluruh proses pencatatan dalam satu basis data terpusat. Begitu data tanggal lahir warga dimasukkan, sistem secara otomatis dan real-time mengelompokkan mereka ke dalam kategori yang sesuai mulai dari Ibu Hamil, Kelas 2 (bayi 0-11 bulan), Kelas 3A (12-23 bulan), Kelas 3B atau Balita (24-59 bulan), hingga Pupus atau anak pra usia sekolah—tanpa perlu lagi disalin manual ke buku maupun file Excel terpisah.

Selain klasifikasi otomatis, sistem ini juga menghadirkan sejumlah fitur baru yang mempermudah kerja kader sehari-hari. Salah satunya adalah fitur pencarian data warga yang terintegrasi dengan Kartu Keluarga, sehingga kader bisa langsung menemukan data hanya dengan mengetikkan nama ayah atau nomor KK, tanpa perlu membongkar arsip buku atau menelusuri baris-baris di spreadsheet.

Dashboard sistem juga menampilkan ringkasan data secara visual, termasuk jumlah warga di setiap kategori usia, grafik kehadiran bulanan, serta indikator penting seperti jumlah Kartu Keluarga terdaftar, jumlah ibu hamil, dan total warga yang menjadi sasaran layanan. Kader pun kini dapat mencatat kehadiran warga setiap bulan secara digital, lengkap dengan rekam medis perkembangan seperti berat dan tinggi badan, yang seluruhnya tersimpan dalam satu sistem dan bisa diakses kapan saja.

Tidak berhenti di situ, sistem ini juga dilengkapi fitur pelaporan otomatis. Laporan bulanan yang sebelumnya harus direkap manual dari buku besar dan disusun ulang di Excel, kini bisa langsung diunduh dalam format CSV maupun PDF, siap diserahkan ke Puskesmas tanpa proses tulis ulang maupun rekap ganda.

Sebelum diluncurkan, sistem ini telah melalui serangkaian pengujian menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan seluruh fitur, terutama logika klasifikasi usia, berjalan akurat. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fungsi utama bekerja sesuai harapan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa Universitas Pamulang dalam menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah untuk membantu menyelesaikan masalah nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar di tingkat lingkungan.

Dengan adanya sistem ini, diharapkan pelayanan kesehatan dasar di Posyandu Koi dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan transparan, sekaligus menghilangkan ketergantungan pada pencatatan ganda di buku besar dan Excel yang selama ini menjadi tantangan bagi para kader di lapangan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *