Sekelompok mahasiswa Program Studi Teknik Informatika S1, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil dengan mengusung program digitalisasi pengelolaan iuran kas bulanan warga di Desa Gandul, Kecamatan Cinere, Kota Depok. Program ini berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat akan sistem pengelolaan keuangan lingkungan yang lebih transparan, tertata, dan dapat diakses dengan mudah oleh warga.
Kegiatan ini mengusung judul Digitalisasi Sistem Pengelolaan Iuran Kas Bulanan Warga Berbasis Web di Desa Gandul Depok untuk Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas. Melalui program ini, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi teknologi yang mampu menggantikan sistem pencatatan manual yang selama ini digunakan oleh pengurus RT dan karang taruna.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat ini terdiri dari April Petra Malonovi Marbun sebagai ketua pelaksana, didampingi oleh Rizki Wahyu Saputra, Muhamad Deraya Kautsar, Fahri Dwi Wicaksono, Nathan Sanjaya, Fajar Saputra, Khiara Davita Adzra, Maudy Tri Kusuma, Khairunisa, dan Juliano Krizza Yoga. Seluruh mahasiswa tersebut merupakan bagian dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang yang bekerja secara kolaboratif dalam menjalankan kegiatan ini.
Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Halili Maar, S.Kom., M.Kom. sebagai dosen pembimbing. Peran dosen pembimbing sangat penting dalam memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan standar akademik dan tujuan pengabdian yang telah direncanakan sejak awal.
Desa Gandul dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena memiliki karakteristik wilayah yang padat penduduk dan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Wilayah ini berada di Kecamatan Cinere, Kota Depok, dan memiliki akses jaringan internet yang tergolong baik, serta kepemilikan perangkat digital yang cukup tinggi di kalangan warganya.
Berdasarkan hasil observasi awal, mahasiswa menemukan bahwa sistem pengelolaan iuran kas warga di Desa Gandul masih dilakukan secara manual menggunakan buku kas dan kwitansi kertas. Proses penagihan dilakukan dari rumah ke rumah, sedangkan pencatatan dilakukan oleh bendahara RT atau karang taruna secara konvensional.
Kondisi tersebut menimbulkan berbagai permasalahan, seperti risiko kehilangan data, kesalahan pencatatan, serta keterlambatan dalam pembuatan laporan keuangan. Selain itu, warga juga sulit memantau secara langsung pemasukan dan pengeluaran kas lingkungan karena informasi hanya disampaikan dalam pertemuan atau laporan lisan.

Mahasiswa Universitas Pamulang melihat kondisi ini sebagai peluang untuk menerapkan teknologi informasi sebagai solusi. Mereka merancang sebuah sistem kas warga berbasis web yang dapat digunakan oleh pengurus RT dan karang taruna untuk mencatat, mengelola, dan menampilkan informasi keuangan secara real time kepada warga.
Sistem yang dikembangkan menggunakan teknologi berbasis HTML, CSS, JavaScript, React, ExpressJS, dan MongoDB. Sistem ini dirancang dengan antarmuka yang mudah digunakan agar dapat dioperasikan oleh pengurus lingkungan yang memiliki latar belakang teknologi yang beragam.
Fitur utama dalam sistem ini mencakup dashboard pengurus, input dan rekapitulasi iuran warga, laporan pemasukan dan pengeluaran, rekap saldo kas otomatis, serta akses informasi kas bagi warga. Dengan fitur-fitur ini, sistem diharapkan mampu meningkatkan keterbukaan dan efisiensi pengelolaan keuangan lingkungan.
Sebelum sistem diterapkan, mahasiswa melakukan tahap konsultasi dan perencanaan awal bersama pengurus RT dan karang taruna. Pada tahap ini, mahasiswa mengidentifikasi kebutuhan mitra, menyusun rencana kerja, serta merancang fitur sistem yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Gandul.
Tahap observasi lapangan dilakukan untuk memahami secara langsung alur kerja pengelolaan kas yang selama ini berjalan. Mahasiswa juga mendokumentasikan kondisi lapangan dan kesiapan sarana pendukung, seperti ketersediaan perangkat komputer dan jaringan internet.
Setelah itu, mahasiswa menyiapkan data awal, seperti daftar warga dan catatan kas sebelumnya, untuk dimasukkan ke dalam sistem. Mereka juga menyusun modul pelatihan yang akan digunakan dalam proses pendampingan kepada pengurus RT dan karang taruna.
Pelaksanaan kegiatan PKM diawali dengan sesi sosialisasi yang dihadiri oleh pengurus RT, karang taruna, dan perwakilan warga. Pada sesi ini, mahasiswa menjelaskan tujuan program, manfaat digitalisasi kas warga, serta tahapan pelaksanaan yang akan dilakukan.
Selanjutnya dilakukan sesi pelatihan penggunaan sistem kas digital. Pengurus lingkungan diberikan pelatihan tentang cara menginput data iuran, mengelola laporan keuangan, serta mencetak rekap kas yang dapat dibagikan kepada warga.
Mahasiswa juga melakukan uji coba sistem secara langsung bersama mitra untuk memastikan seluruh fitur berjalan dengan baik. Setiap kendala teknis yang muncul ditangani bersama agar sistem dapat digunakan secara optimal.
Setelah sistem dinyatakan siap, dilakukan serah terima kepada pengurus RT dan karang taruna sebagai pengelola utama. Warga juga diperkenalkan pada sistem ini agar dapat mengakses informasi kas secara lebih terbuka dan transparan.
Tahap evaluasi dan monitoring dilakukan selama dua minggu setelah implementasi. Mahasiswa memantau penggunaan sistem, tingkat pemahaman pengurus, serta sejauh mana warga dapat memanfaatkan informasi yang tersedia dalam sistem.
Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa Universitas Pamulang. Mahasiswa belajar mengelola proyek berbasis teknologi, bekerja dalam tim, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam konteks penerapan sistem informasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga berkontribusi nyata dalam meningkatkan tata kelola keuangan lingkungan di Desa Gandul. Sistem yang dikembangkan diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan dan menjadi contoh penerapan digitalisasi administrasi keuangan di tingkat masyarakat.
