Atasi Pemadaman di Area Ibadah, Dosen dan Mahasiswa UNPAM Pasang Lampu Surya Berbasis Semikonduktor di Bogor

BOGOR – Masalah keterbatasan infrastruktur penerangan jalan dan fasilitas keagamaan di wilayah pedesaan masih menjadi tantangan di sejumlah daerah. Salah satunya dialami oleh warga di sekitar Mushola Al-Ikhlas, Desa Jampang, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Jalur akses masuk serta area wudhu di tempat ibadah tersebut kerap gelap gulita saat malam hari. Kondisi ini kian diperparah lantaran pasokan listrik dari PLN sering padam saat dilanda hujan dengan intensitas tinggi.

Merespons kendala tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Pamulang (UNPAM) mengambil langkah konkret. Di bawah pimpinan Gaguk Firasanto, Yanto, Subhan Diyaul Pahmi, Ikrar Ramadhan, Muhammad Bintang Pamungkas, dan Gustian Harimurti, tim meluncurkan program pemanfaatan energi terbarukan mandiri. Mereka mengimplementasikan teknologi semikonduktor sebagai sumber daya penerangan alternatif di lingkungan mushola tersebut.

Sentuhan Teknologi Semikonduktor untuk Kemandirian Energi

Dalam jurnal bertajuk “Implementasi Semikonduktor sebagai Sumber Daya Penerangan” yang dipublikasikan pada Juni 2026, tim elektro UNPAM merancang sebuah sistem penerangan pintar yang tidak bergantung pada jaringan listrik konvensional.

Perangkat yang dipasang merupakan unit solar light terintegrasi berspesifikasi mutakhir, terdiri dari:

  • Modul Lampu hemat daya: Memanfaatkan material semikonduktor berupa rangkaian 254 komponen Light Emitting Diode (LED).
  • Penyimpanan Energi Tangguh: Menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LiFePO4) berkapasitas 3,2 V 12.000 mAh.
  • Konverter Surya Efisien: Menggunakan panel surya monokristalin berukuran $350\text{ mm} \times 235\text{ mm}$.
  • Sistem Kontrol Otomatis: Perangkat berbasis sensor LDR (Light Dependent Resistor) yang mengatur manajemen pengisian daya siang hari dan menyalakan lampu secara otomatis saat malam tiba.

“Teknologi semikonduktor silikon pada panel surya memicu efek fotovoltaik untuk mengubah radiasi matahari menjadi listrik pada siang hari, yang kemudian disimpan ke baterai. Sistem kontrol otomatis memastikan lampu LED menyala stabil selama 8 hingga 12 jam setiap malamnya,” tulis tim dalam laporannya.

Proses Instalasi dan Edukasi Warga

Proses eksekusi di lapangan dilakukan secara sistematis lewat pendekatan community development (pengembangan masyarakat). Sebelum dipasang, tim mahasiswa melakukan inspeksi kelistrikan, pengujian parameter arus, serta pengecekan polaritas sambungan untuk memastikan kestabilan sistem luar ruangan (outdoor) agar tahan terhadap terpaan angin dan kucuran air hujan.

Instalasi dilakukan di tiga titik strategis bangunan mushola dengan posisi sudut panel surya yang dioptimalkan guna menyerap sinar matahari secara maksimal. Tidak berhenti pada aspek teknis, tim pengembang dari UNPAM turut memberikan edukasi dan pendampingan kepada pengurus Dewan Kemakmuran Mushola (DKM) serta warga sekitar mengenai prinsip kerja konversi energi surya hingga langkah perawatan dasar, seperti membersihkan permukaan panel dari debu.

Dampak Nyata bagi Kenyamanan Jamaah

Dampak dari program PKM ini langsung dirasakan secara nyata oleh warga Desa Jampang. Area sekitar tempat wudhu dan akses jalan utama kini terang benderang, meminimalisasi risiko fisik seperti terpeleset maupun potensi gangguan keamanan lingkungan pada malam hari.

Aktivitas peribadatan jamaah pada waktu Maghrib, Isya, dan Subuh kini berjalan jauh lebih khusyuk dan nyaman tanpa perlu khawatir lagi akan ancaman mati lampu akibat hujan deras. Selain itu, karena menggunakan pasokan energi matahari seutuhnya, sistem penerangan baru ini memberikan keuntungan ekonomi jangka panjang bagi pengurus mushola karena tidak membebani biaya tagihan listrik bulanan.

Langkah inovasi skala komunitas yang diusung oleh sivitas akademika Universitas Pamulang ini diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi wilayah permukiman pedesaan lainnya di Indonesia, sekaligus mendukung target global Sustainable Development Goals (SDGs) terutama pada poin akses energi bersih dan pemukiman yang berkelanjutan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *