Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama aparat kepolisian secara resmi memberlakukan rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol ibu kota pada akhir pekan ini. Langkah taktis ini diterapkan sehubungan dengan diselenggarakannya ajang lari internasional tahunan, BTN Jakarta International Marathon 2026, yang melintasi pusat kota. Pengaturan arus kendaraan ini seketika viral di media sosial dan menjadi perhatian utama publik, mengingat penutupan jalan berdampak langsung pada mobilitas harian para pekerja komuter serta masyarakat yang hendak beraktivitas di area Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
Berdasarkan panduan resmi otoritas terkait, sterilisasi jalur dan rekayasa arus lalu lintas dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap sejak pagi buta guna memfasilitasi keselamatan ribuan pelari domestik maupun mancanegara. Ruas jalan utama yang menjadi rute inti perlombaan meliputi kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jalan Jenderal Sudirman, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, kawasan Monas, hingga koridor Jalan HR Rasuna Said Kuningan. Imbas dari luasnya cakupan rute marathon ini, agenda rutin Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said untuk hari Minggu pun resmi ditiadakan.
Guna mencegah terjadinya penumpukan volume kendaraan yang ekstrem, petugas di lapangan telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif taktis yang dapat dimanfaatkan oleh para pengendara. Bagi kendaraan dari arah utara (Harmoni) yang hendak menuju kawasan Menteng, arus lalu lintas dialihkan melalui Jalan MH Thamrin lalu diarahkan menuju Jalan Imam Bonjol. Sementara itu, bagi masyarakat dari arah selatan (Blok M) yang ingin menuju kawasan Harmoni, rute alternatif diarahkan memutar melintasi Jalan Panglima Polim, Jalan Kyai Maja, Jalan Pakubuwono, Jalan Asia Afrika, hingga menembus Jalan KS Tubun dan Jalan Abdul Muis.
Di sisi lain, penutupan total juga diberlakukan pada jalur layang non-tol (JLNT) Casablanca-Antasari untuk kedua arah selama kegiatan olahraga internasional ini berlangsung. Guna mengurai kepadatan di jalur arteri bawah, petugas mengerahkan ratusan personel gabungan yang disiagakan di setiap persimpangan krusial untuk mengarahkan pengguna jalan. Masyarakat yang tinggal di area permukiman sekitar jalur marathon, seperti Menteng, Kebayoran Baru, dan Kemang, diimbau untuk memantau pembaruan peta digital secara berkala dan menyesuaikan waktu keberangkatan agar tidak terjebak penyekatan.
Penerapan rekayasa lalu lintas yang terstruktur ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara kesuksesan gelaran olahraga berskala global dan kelancaran mobilitas publik Jakarta. Dishub DKI Jakarta terus mengimbau warga kota untuk mengutamakan penggunaan moda transportasi massal seperti MRT, LRT, dan Transjakarta yang tetap beroperasi dengan penyesuaian koridor selama acara berlangsung. Melalui kerja sama yang tertib antar-pengguna jalan dan kesigapan petugas di lapangan, pembatasan jalur sementara ini diharapkan dapat berjalan kondusif demi menjaga citra positif Jakarta sebagai kota global yang ramah olahraga.
