TANGERANG, 25 Juni 2026 – Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang, yaitu Andhika Astagina Hendrawan, Ekky Nur Ilmie, dan Gandrik Tegar Wilis, telah berhasil menyelesaikan proyek Kerja Praktik (KP) berupa perancangan dan implementasi sistem manajemen jaringan Fiber to the Home (FTTH) di wilayah Kelurahan Bencongan, Kabupaten Tangerang.
Proyek ini dilaksanakan di ISP lokal Nexviro.id yang melayani kebutuhan internet di lingkungan RW 18, 21, dan 25. Inisiatif ini diambil sebagai langkah strategis untuk memigrasikan jaringan yang sebelumnya berbasis kabel LAN ke teknologi serat optik yang lebih stabil, cepat, dan memiliki kapasitas bandwidth lebih besar.
Inovasi untuk Meningkatkan Efisiensi Teknis Dalam kegiatan yang berlangsung dari April hingga Juni 2026 ini, tim mahasiswa tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga mengembangkan solusi perangkat lunak untuk mendukung kinerja teknisi di lapangan. Mereka berhasil menciptakan Aplikasi Kalkulator Redaman FTTH berbasis web.
“Aplikasi ini dirancang untuk membantu teknisi dalam melakukan simulasi perhitungan redaman, rasio splitter, dan tap ratio secara cepat dan akurat, sehingga analisis kelayakan instalasi pelanggan dapat dilakukan dengan lebih efisien,” ungkap tim penyusun dalam laporannya.

Integrasi Teknologi Terkini
Sistem manajemen jaringan yang diimplementasikan mengintegrasikan beberapa perangkat utama untuk memastikan operasional yang optimal, di antaranya:
- OLT HSGQ (GPON 8 PON): Sebagai pusat distribusi layanan optik.
- MikroTik CCR2004: Berperan sebagai pusat autentikasi PPPoE dan manajemen bandwidth menggunakan metode Hierarchical Token Bucket (HTB).
- ONT ZTE F679L: Digunakan pada sisi pelanggan untuk mendukung akses internet yang stabil.
Kontribusi bagi Masyarakat Implementasi ini terbukti memberikan dampak positif dalam meminimalkan gangguan layanan dan mempermudah pengembangan jaringan di masa mendatang. Dosen pembimbing, Ibu Ines Heidiani Ikasari, S.Si., M.Kom., mendampingi penuh mahasiswa dalam menyukseskan proyek yang selaras dengan transformasi digital di lingkungan pemukiman tersebut.

Proyek ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penyedia layanan internet skala mikro (RT/RW Net) lainnya dalam mengoptimalkan pengelolaan jaringan berbasis FTTH untuk mendukung kebutuhan internet masyarakat yang terus meningkat.
