
Kabupaten Tangerang – Transformasi digital di lingkungan pendidikan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan sistem administrasi yang cepat, akurat, dan efisien. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan mengembangkan sistem absensi guru berbasis QR Code di SMKN 12 Kabupaten Tangerang.
Program bertajuk “Rancang Bangun Sistem Absensi Guru Berbasis QR Code untuk Monitoring Kehadiran dan Aktivitas Mengajar di SMKN 12 Kabupaten Tangerang” ini merupakan implementasi nyata pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung digitalisasi administrasi sekolah. Sistem yang dikembangkan diharapkan mampu menggantikan proses absensi manual yang selama ini dinilai kurang efisien dan rentan terhadap kesalahan pencatatan.
Selama ini, proses absensi guru masih banyak dilakukan menggunakan buku kehadiran atau formulir manual. Cara tersebut tidak hanya membutuhkan waktu lebih lama, tetapi juga menyulitkan pihak sekolah dalam melakukan monitoring kehadiran secara real time maupun menyusun laporan administrasi. Kondisi tersebut mendorong tim PKM Universitas Pamulang untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi yang lebih praktis dan modern.
Sistem absensi yang dikembangkan memanfaatkan teknologi QR Code sebagai media autentikasi kehadiran guru. Setiap guru cukup menggunakan smartphone untuk memindai QR Code yang telah disediakan sekolah. Setelah proses pemindaian berhasil, data kehadiran akan tersimpan secara otomatis ke dalam database sehingga dapat dipantau langsung oleh administrator sekolah.
Tidak hanya berfungsi sebagai sistem pencatatan kehadiran, aplikasi ini juga dilengkapi berbagai fitur pendukung yang membantu pengelolaan administrasi sekolah. Mulai dari pengelolaan data guru, pembuatan QR Code, monitoring aktivitas mengajar, rekapitulasi data absensi, hingga penyusunan laporan secara otomatis. Kehadiran fitur-fitur tersebut memungkinkan proses evaluasi menjadi lebih cepat dan berbasis data yang akurat.
Sebagai bagian dari implementasi program, tim mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada guru dan pihak administrasi sekolah mengenai penggunaan aplikasi. Melalui kegiatan sosialisasi ini, pengguna diperkenalkan dengan seluruh fitur sistem agar mampu mengoperasikan aplikasi secara optimal serta memanfaatkan teknologi tersebut dalam kegiatan administrasi sehari-hari.
Pihak SMKN 12 Kabupaten Tangerang menyambut baik inovasi yang dihadirkan mahasiswa Universitas Pamulang. Sistem absensi berbasis QR Code dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan kehadiran guru sekaligus mendukung tata kelola sekolah yang lebih modern, transparan, dan efisien. Digitalisasi administrasi semacam ini juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di era teknologi.
Bagi mahasiswa, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat menjadi sarana untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kebutuhan nyata di lapangan. Pengembangan sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan mitra menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan dapat menghasilkan solusi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ke depan, sistem absensi berbasis QR Code ini berpotensi untuk terus dikembangkan dengan berbagai fitur tambahan, seperti integrasi notifikasi kehadiran, dashboard analitik, hingga sinkronisasi dengan sistem akademik sekolah. Pengembangan tersebut diharapkan mampu memperkuat transformasi digital di dunia pendidikan sekaligus mendorong terciptanya tata kelola sekolah yang semakin efektif, efisien, dan berbasis teknologi informasi.