Bogor, 12 Juni 2026 – Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) merancang dan membangun aplikasi form online berbasis web untuk mendukung proses pemesanan dan pengadaan barang internal di Puskesmas Cogreg. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kerja Praktik semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Kelompok ini diketuai oleh Duta Agung Pramana, dengan dua anggota lainnya yaitu Mohammad Hadi Purnomo dan Zacky Nurfaqih Permana. Ketiganya merupakan mahasiswa aktif Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer UNPAM dan bekerja di bawah bimbingan dosen Farizi Ilham, S.Kom., M.Kom.
Mengapa Aplikasi Ini Dibangun
Puskesmas Cogreg yang berlokasi di Jl. Raya Pahlawan Desa, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berdiri sejak tahun 2019 dan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, puskesmas ini melayani kebutuhan kesehatan dasar masyarakat di wilayah Cogreg dan sekitarnya.
Namun selama ini, proses pemesanan dan pengadaan barang internal seperti alat kesehatan, obat-obatan, dan perlengkapan pendukung masih dilakukan secara manual menggunakan buku atau formulir kertas. Cara ini menimbulkan sejumlah masalah nyata. Data pemesanan kurang terorganisir. Dokumen berisiko hilang atau rusak. Proses pengajuan dan persetujuan sering terlambat. Pemantauan status pengadaan barang juga tidak bisa dilakukan secara cepat dan akurat.
“Sistem pengadaan barang yang ada belum mencakup proses pemesanan untuk kebutuhan internal. Proses pengajuan, persetujuan, dan monitoring belum berjalan secara real-time,” ujar Duta Agung Pramana selaku ketua kelompok.
Kapan dan Di Mana Kegiatan Berlangsung
Kerja Praktik ini berlangsung selama periode Maret hingga Juli 2026, bertempat langsung di Puskesmas Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Sebelum memulai kegiatan, tim mahasiswa menyerahkan dokumen izin Kerja Praktik secara resmi kepada pihak Puskesmas.

Selama periode tersebut, tim mahasiswa melakukan observasi lapangan, wawancara dengan pihak mitra, perancangan sistem, hingga implementasi dan presentasi aplikasi kepada pihak Puskesmas.
Bagaimana Aplikasi Ini Dibangun
Tim mahasiswa membangun aplikasi menggunakan metode pengembangan Waterfall, yang mencakup lima tahapan berurutan yaitu analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Metode ini dipilih agar sistem yang dibangun dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Aplikasi berjalan berbasis web dan dirancang khusus untuk digunakan oleh pihak internal Puskesmas Cogreg. Fitur utamanya mencakup tiga hal. Pertama, pengajuan permintaan barang oleh tenaga medis secara digital. Kedua, verifikasi dan persetujuan oleh kepala manajemen melalui dashboard khusus. Ketiga, monitoring status pengadaan barang secara real-time.
Sistem ini juga dilengkapi fitur kelola barang, kelola anggota, dan riwayat semua transaksi pengadaan. Seluruh data tersimpan secara terstruktur dalam database MySQL dan hanya bisa diakses oleh pengguna yang berwenang.
Apa Hasil yang Dicapai
Aplikasi yang dibangun diharap mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan pengadaan barang. Proses pencatatan menjadi lebih rapi dan meminimalisir kesalahan. Alur persetujuan berjalan lebih cepat karena tidak lagi bergantung pada dokumen fisik. Proses administrasi di Puskesmas Cogreg pun menjadi lebih terstruktur, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.

Kepala manajemen Puskesmas Cogreg, dr. Diana Dwi Astuti, turut menandatangani lembar persetujuan selesai kerja praktik, menandai bahwa proyek ini telah selesai dilaksanakan sesuai kebutuhan instansi.
Bagi Duta dan rekan-rekannya, proyek ini menjadi wadah nyata untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Mereka membuktikan bahwa solusi teknologi berbasis web bisa memberi dampak langsung pada efisiensi layanan fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan. Proyek ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong digitalisasi layanan publik, termasuk di sektor kesehatan primer seperti Puskesmas.