Pasar Global — Harga perak mencatatkan rekor tertinggi baru di pasar global dengan menembus level mendekati US$73 per ounce. Lonjakan ini menjadikan perak sebagai salah satu komoditas paling bersinar menjelang akhir tahun 2025.
Kenaikan harga perak dipicu oleh spekulasi penurunan suku bunga global, khususnya oleh bank sentral Amerika Serikat, serta melemahnya nilai tukar dolar AS. Kondisi tersebut mendorong investor beralih ke aset lindung nilai (safe haven), termasuk logam mulia seperti perak.
Analis pasar menilai perak semakin diminati karena memiliki fungsi ganda, yakni sebagai instrumen investasi dan bahan baku industri, terutama di sektor teknologi, energi terbarukan, dan manufaktur elektronik. Permintaan industri yang terus meningkat turut memperkuat tren kenaikan harga.
Selain faktor moneter, ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi pasar keuangan global juga memperbesar minat investor terhadap logam mulia. Perak dinilai lebih terjangkau dibandingkan emas, sehingga menarik bagi investor ritel maupun institusional.
Meski demikian, pelaku pasar tetap diimbau untuk mencermati potensi volatilitas harga. Pergerakan perak ke depan diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga, data inflasi, serta arah kebijakan ekonomi negara-negara besar.
Dengan capaian ini, perak menutup tahun 2025 sebagai salah satu aset dengan performa paling kuat di pasar komoditas global.
