
JAKARTA BARAT, 27 MEI 2026 – Persoalan klasik yang kerap dihadapi oleh penyedia layanan internet berbasis komunitas (RT RW Net)—seperti pencatatan administrasi manual dan sulitnya memantau gangguan teknis—kini berhasil menemukan solusi digitalnya. Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) sukses merancang dan mengimplementasikan aplikasi billing dan monitoring jaringan berbasis web untuk mengotomatisasi tata kelola internet komunitas tersebut.
Inovasi ini lahir dari proyek Kerja Praktek (KP) selama empat bulan (Maret–Juli 2026) yang diinisiasi oleh Agung Prayoga (NIM 231011400246), Aldo Bagus Jiwantoro (NIM 231011400219), dan Maria Nagita Tria Vanessa (NIM 231011400228). Mereka melakukan digitalisasi pada infrastruktur RT RW Net milik Muhammad Kodrat Salim yang berlokasi di Jl. Raya Kresek, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Proyek ini berjalan di bawah bimbingan langsung dosen pembimbing, Farizi Ilham, S.Kom., M.Kom.
Sebelum aplikasi ini diterapkan, seluruh manajemen operasional RT RW Net tersebut masih mengandalkan pencatatan manual. Admin harus memeriksa status router satu per satu, mencatat pembayaran bulanan di buku tabungan atau lembar spreadsheet sederhana, serta kesulitan memantau status koneksi pelanggan secara langsung (real-time). Kelemahan sistem manual ini kerap memicu kesalahan data, keterlambatan penagihan, hingga lambatnya penanganan saat terjadi gangguan jaringan.
Merespons kendala di lapangan, tim mahasiswa UNPAM membangun sebuah platform digital menggunakan bahasa pemrograman PHP (dengan framework Laravel), basis data MySQL, dan server lokal XAMPP. Melalui pendekatan metode Waterfall yang terstruktur, aplikasi ini berhasil mengintegrasikan berbagai fitur esensial, antara lain:
- Sistem login autentikasi admin yang aman.
- Manajemen data pelanggan terpusat.
- Pengelolaan paket internet dan pembuatan tagihan bulanan otomatis.
- Pencatatan transaksi pembayaran dan laporan keuangan terintegrasi.
- Fitur monitoring status koneksi pelanggan (online/offline) secara real-time.

Muhammad Kodrat Salim, Pemilik RT RW Net Duri Kosambi, mengungkapkan rasa puasnya terhadap efisiensi yang dihadirkan oleh sistem baru ini.
“Sebelum ada aplikasi ini, kami harus mengecek satu per satu kondisi jaringan dan mencatat pembayaran pelanggan secara manual. Sekarang semua bisa dipantau dari satu layar. Proses yang dulu memakan waktu lama, kini jauh lebih cepat dan akurat. Saya sangat terbantu dengan sistem yang dibuat oleh mahasiswa-mahasiswa ini,” ungkap Kodrat.
Bagi para mahasiswa, proyek nyata ini menjadi jembatan penting untuk mengaplikasikan teori perkuliahan ke dunia kerja. Mereka memperoleh pengalaman berharga dalam menganalisis kebutuhan sistem, merancang solusi teknologi, hingga melakukan pengujian langsung bersama pengguna akhir (end-user).
Laporan akhir dari Kerja Praktek ini telah resmi disetujui oleh pihak program studi pada 1 April 2026. Selanjutnya, hasil karya ini siap dipresentasikan di hadapan dewan penguji Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pamulang pada periode Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026.
Keberhasilan implementasi ini membuktikan bahwa sinergi akademis mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Proyek ini diharapkan dapat menjadi rujukan dan inspirasi bagi para pengelola internet komunitas lainnya di Indonesia untuk segera melakukan transformasi digital demi meningkatkan kualitas pelayanan konsumen.