JAKARTA, JUNI 2026 – Sebagai bentuk perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, kelompok mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) sukses meluncurkan inovasi digital berupa Sistem Informasi Administrasi Warga berbasis web. Program rintisan ini diterapkan secara langsung di lingkungan RT 01 Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Langkah strategis ini diambil guna memperbarui tata kelola data kependudukan serta meningkatkan efisiensi manajemen kas komunitas lokal agar menjadi lebih terstruktur, modern, transparan, dan akuntabel.
Pengembangan dan penerapan aplikasi ini dilatarbelakangi oleh kondisi administrasi di tingkat rukun tetangga yang umumnya masih mengandalkan pola pembukuan konvensional di dalam buku besar fisik. Pendekatan manual tersebut dinilai memiliki banyak keterbatasan operasional, seperti tingginya risiko kesalahan input data kependudukan warga, kesulitan dalam melakukan pencarian rekam jejak laporan keuangan secara cepat, serta besarnya beban kerja ganda bagi pengurus setempat yang diwajibkan melakukan pencatatan dan rekapitulasi data secara berulang kali.
Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa Teknik Informatika UNPAM yang beranggotakan Aan Andreawan, Maria Fransiska Lamapaha, dan Muhammad Robby, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Bapak Farizi Ilham, S.Kom., M.Kom., berkolaborasi merancang platform tata kelola lingkungan yang ramah pengguna. Sistem ini dibangun dengan memanfaatkan arsitektur pemrograman web modern yang responsif, sehingga mampu mengintegrasikan seluruh pengelolaan administrasi warga ke dalam satu sistem terpusat.
Secara teknis operasional, aplikasi ini bekerja dengan memisahkan hak akses sistem secara otomatis menjadi dua peran utama, yakni untuk Pengurus Lingkungan (Admin) dan Warga setempat. Melalui dasbor khusus pengurus, pihak RT dapat memperbarui data kependudukan berkala, mencatat arus transaksi kas masuk maupun keluar, serta menerbitkan laporan keuangan digital secara instan. Di sisi lain, warga diberikan hak transparansi penuh untuk memantau visualisasi grafik perkembangan finansial kas lingkungan secara real-time kapan saja dan di mana saja langsung dari gawai atau ponsel pintar masing-masing.
“Fokus utama kami dalam pengembangan sistem ini adalah menyederhanakan efisiensi kerja pengurus lingkungan dan meningkatkan keterbukaan informasi. Kami berharap kehadiran aplikasi ini dapat membantu memangkas proses pembukuan manual yang memakan waktu, sekaligus mempererat rasa saling percaya di dalam komunitas melalui penyajian laporan keuangan yang jelas, terbuka, dan akuntabel,” jelas Muhammad Robby selaku Ketua Kelompok Kerja Praktek.
Sebelum siap diimplementasikan untuk operasional penuh, sistem ini telah melewati rangkaian pengujian fungsional dan simulasi operasional secara ketat. Hasil evaluasi akhir menunjukkan seluruh fitur utama perangkat lunak berhasil berjalan dengan lancar, stabil, dan aman sesuai spesifikasi perencanaan. Pihak kepengurusan warga menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap serah terima aplikasi ini, karena dinilai terbukti mampu menyederhanakan birokrasi tingkat lokal menuju tata kelola administrasi komunitas yang adaptif di era digital.
