Mahasiswa Teknik Informatika UNPAM Sukses Bangun Sistem E-Ticketing Modern untuk Lab Teater Ciputat

TANGERANG SELATAN — Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) berhasil mengembangkan dan mengimplementasikan sistem pemesanan tiket daring (E-Ticketing) terintegrasi untuk Yayasan Lab Teater Ciputat. Inovasi teknologi ini hadir sebagai solusi atas kendala administratif dan antrean panjang yang selama ini kerap terjadi pada setiap jadwal pementasan teater.

Pengembangan sistem ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Praktek (KP) yang digawangi oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Wahyu Hidayat, Aufa Wafi Dhaifullah, dan Ivandhika Satria Putra Ferdianto, di bawah bimbingan dosen Afiani Agus Abdillah, S.Kom., M.Kom., serta pembimbing lapangan Ari Sumitro dari pihak Lab Teater Ciputat.

Sebelumnya, operasional penjualan tiket di Lab Teater Ciputat masih mengandalkan cara manual melalui pengumpulan data Google Form, konfirmasi via WhatsApp, dan pencatatan Spreadsheet. Proses ini dinilai kurang efisien dan memicu risiko overbooking (kelebihan pesanan kursi), serta menyebabkan penumpukan antrean penonton saat menukarkan tiket fisik di meja resepsionis pada hari pementasan.

Melalui sistem aplikasi berbasis web yang baru saja diluncurkan ini, seluruh alur pemesanan tiket berhasil didigitalisasi. Beberapa fitur unggulan dari sistem ini antara lain:

Manajemen Kuota Cerdas: Sistem akan mengunci sisa kursi secara otomatis dan real-time dari basis data setiap kali ada pesanan masuk, sehingga meminimalisir risiko overbooking.

E-Ticket & QR Code Otomatis: Begitu pembayaran divalidasi, pengunjung akan langsung menerima tiket elektronik berwujud QR Code melalui Email Gateway.

Scanner Validasi Instan: Petugas pintu (Gate) dapat memindai tiket pengunjung menggunakan kamera smartphone dalam hitungan detik, menghilangkan kebutuhan pencetakan tiket fisik.

Dashboard Rekapitulasi Presisi: Kemudahan bagi admin dan bendahara yayasan untuk mengekspor laporan penjualan secara otomatis ke dalam format Excel atau PDF.

Secara teknis, aplikasi ini dibangun menggunakan standar industri modern (High-Fidelity), memanfaatkan kerangka kerja Next.js, basis data edge Turso untuk pemrosesan data kilat, serta penyimpanan awan Cloudinary.

“Kami melihat ada celah di mana teknologi dapat sangat membantu komunitas seni agar bisa lebih fokus pada proses kreatif pementasan, bukan lagi direpotkan oleh urusan administrasi tiket yang rumit,” ujar salah satu perwakilan tim mahasiswa UNPAM. “Dengan digitalisasi ini, proses check-in penonton di lokasi yang tadinya memakan waktu bermenit-menit kini bisa diselesaikan di bawah sepuluh detik per orang.”

Pihak Yayasan Lab Teater Ciputat menyambut baik inovasi ini. Kehadiran sistem E-Ticketing ini tidak hanya memberikan pengalaman yang jauh lebih profesional bagi para penikmat seni teater, tetapi juga menjamin transparansi data keuangan dan mempermudah evaluasi pasca-pementasan.

Keberhasilan kolaborasi antara akademisi UNPAM dan komunitas seni lokal ini membuktikan bahwa implementasi ilmu rekayasa perangkat lunak dapat memberikan dampak praktis yang kuat dalam memajukan industri kreatif dan seni pertunjukan di Indonesia.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *