Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang Kembangkan Sistem Pemesanan Menu Berbasis QR Code untuk Tingkatkan Efisiensi Layanan Warkop Astha

Tangerang Selatan – Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang berhasil mengembangkan sistem pemesanan menu berbasis QR Code sebagai solusi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Warkop Astha. Inovasi tersebut merupakan hasil implementasi kegiatan Kerja Praktik yang berfokus pada penerapan teknologi informasi dalam mendukung transformasi digital pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Tim yang terdiri dari Adin Akbarudin Arsy, Devin Agung Setiawan, dan Kelvin Dwika Hidayat merancang sebuah aplikasi berbasis web yang memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan makanan dan minuman secara mandiri hanya dengan memindai QR Code yang tersedia di setiap meja. Sistem dikembangkan menggunakan Node.js sebagai teknologi backend sehingga mampu memproses data pemesanan secara cepat dan terintegrasi dengan dashboard pengelolaan pesanan.

Pengembangan sistem ini dilatarbelakangi oleh proses pelayanan di Warkop Astha yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Pelanggan harus menunggu pelayan datang untuk mencatat pesanan, sementara pencatatan transaksi masih menggunakan pembukuan konvensional. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan antrean panjang, kesalahan pencatatan pesanan (human error), serta kurang optimalnya pengelolaan data transaksi.

Melalui sistem yang dikembangkan, pelanggan cukup memindai QR Code menggunakan smartphone untuk mengakses daftar menu digital, memilih produk yang diinginkan, kemudian mengirimkan pesanan secara langsung ke sistem. Seluruh data pesanan diteruskan secara real-time ke bagian dapur dan kasir sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien.

Selain memberikan kemudahan bagi pelanggan, aplikasi ini juga menyediakan dashboard khusus bagi pihak manajemen. Melalui dashboard tersebut, staf dapat mengelola data menu, memantau antrean pesanan, memperbarui status proses pembuatan makanan dan minuman, hingga melakukan pencatatan transaksi secara digital. Integrasi tersebut membantu meningkatkan efektivitas operasional sekaligus mempermudah penyusunan laporan penjualan.

Dalam proses pengembangannya, tim menerapkan metode Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem menggunakan berbagai diagram UML, implementasi program berbasis Node.js, hingga pengujian menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan seluruh fungsi aplikasi berjalan sesuai kebutuhan pengguna.

Pemanfaatan teknologi QR Code pada sistem ini menjadi salah satu bentuk implementasi digitalisasi layanan yang semakin relevan bagi industri kuliner. Dengan memanfaatkan perangkat yang telah dimiliki pelanggan, yaitu smartphone, proses pemesanan dapat dilakukan secara mandiri tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan pengalaman pelanggan, tetapi juga membantu pelaku UMKM dalam mengoptimalkan pelayanan dengan biaya implementasi yang relatif efisien.

Dosen pembimbing Kerja Praktik, Maulana Ardhiansyah, S.Kom., M.Kom., memberikan pendampingan selama proses perancangan hingga penyusunan laporan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam menerapkan ilmu rekayasa perangkat lunak untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dunia usaha.

Hasil kerja praktik ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM mampu menghasilkan solusi berbasis teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Digitalisasi proses bisnis melalui sistem pemesanan berbasis QR Code diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan daya saing UMKM di era transformasi digital sekaligus menjadi implementasi nyata kompetensi mahasiswa Teknik Informatika dalam menjawab kebutuhan industri.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *