PAMULANG,20 Juli 2026– Setelah berhasil mengamankan kemitraan strategis dengan PT Hypernet Indodata, kelompok mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) yang beranggotakan Deni Mulyawan, Muhamad Aliyudin, dan Lamanda Lintang Lestari, resmi melangkah ke tahap krusial berikutnya. Fase akademik dan pengembangan teknis (development) ini diwarnai dengan peningkatan skala modul aplikasi setelah melalui peninjauan ketat dari Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknik Informatika UNPAM, hingga pengujian mandiri menggunakan perangkat jaringan riil kelas industri.
Proses pengajuan proposal tugas akhir ke pihak program studi awalnya tidak berjalan tanpa hambatan. Pihak Kaprodi sempat memberikan catatan kritis bahwa modul pada aplikasi Network Monitoring System (NMS) yang diajukan di awal dirasa terlalu sedikit dan perlu dikembangkan lagi agar memenuhi bobot ilmiah tingkat sarjana. Menanggapi tantangan akademis tersebut, Deni dan tim melakukan improvisasi besar dengan menyematkan dua modul mutakhir, yakni modul AI Chatbot untuk analisis otomatis perangkat dan modul Data Karyawan internal sebagai pengelola sistem.
Melalui modul Data Karyawan ini, sistem memiliki fungsi manajemen pemeliharaan (maintenance assignment). Ketika terjadi anomali jaringan, administrator dapat menunjuk (assign) jajaran teknisi internal pengelola sistem untuk melakukan tindakan perbaikan spesifik pada perangkat jaringan tertentu, lengkap dengan instruksi kerja yang terarah.
Setelah draf revisi disetujui oleh Kaprodi, tim langsung bergerak cepat menyusun timeline pengerjaan yang ketat. Dalam proyek NMS ini, pembagian peran tim dikembangkan lebih spesifik. Deni Mulyawan mengambil peran ganda yang sangat vital, yakni sebagai penanggung jawab IT Infrastructure (server & database) sekaligus sebagai Network Engineer karena kapabilitasnya di bidang jaringan. Sementara itu, Muhamad Aliyudin fokus mengeksekusi baris kode frontend dan backend, dan Lamanda Lintang Lestari bertanggung jawab penuh atas UI/UX design serta dokumentasi administrasi proyek.
Untuk arsitektur teknologi, mereka memilih framework modern Next.js yang dikombinasikan dengan MySQL untuk stabilitas penyimpanan log data jaringan. Seluruh sistem monitoring ini kemudian dijalankan di atas lingkungan server Ubuntu 22.
Menariknya, fase pengujian (testing) dilakukan secara mandiri menggunakan infrastruktur perangkat fisik asli kelas industri koleksi pribadi milik Deni Mulyawan, di antaranya adalah perangkat Cisco dan Mikrotik. Keberadaan perangkat riil ini membuat proses penarikan metrik CPU, memory, disk utilization, hingga traffic data berbasis SNMP berjalan sangat akurat. Progres ini pun dibawa ke tahap User Acceptance Testing (UAT) berkala bersama tim klien (client) dari Hypernet Indodata guna memvalidasi kesesuaian fitur dengan kebutuhan nyata di industri.

Foto 1 Pemaparan apps

Foto 2Pemaparan apps2
“Tantangan dari Kaprodi untuk menambah modul serta proses UAT bersama tim klien Hypernet justru memicu kami untuk membangun sistem yang jauh lebih matang. Berbekal perangkat Cisco dan Mikrotik mandiri yang kami miliki untuk pengujian, kami dapat memastikan bahwa aplikasi NMS berbasis Next.js dan AI ini benar-benar valid dan siap dipertanggungjawabkan,” ungkap Deni Mulyawan.
Dengan rampungnya fase UAT awal dan optimalisasi fitur berbasis perangkat riil, proyek NMS milik kelompok mahasiswa UNPAM ini kini tengah melaju pesat menuju tahap finalisasi, siap untuk diujikan pada sidang akhir kelulusan.
— SELESAI —
Tentang Universitas Pamulang: Universitas Pamulang adalah salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Tangerang Selatan yang berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas dan terjangkau, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap bersaing di dunia industri digital.