Di tengah ketatnya persaingan dunia kerja saat ini, kepemilikan ijazah formal dianggap tidak lagi cukup untuk menjamin masa depan yang cerah. Paradigma pendidikan kini mulai bergeser; sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat mencetak tenaga kerja, tetapi harus mampu melahirkan inovator dan pencipta lapangan kerja baru. Menyadari tantangan tersebut, tim Mahasiswa Program Studi Akuntansi S1 Universitas Pamulang (Unpam) mengambil langkah konkret dengan menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), para mahasiswa ini menyelenggarakan workshop kreatif bertajuk “Pengembangan Jiwa Wirausaha Siswa Melalui Workshop Produksi Keripik Pisang Lumer Untuk Anak Sekolah”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 27 November 2025 ini bertempat di Sekolah PKBM Anak Panah Cyberschool, dengan misi utama mengenalkan manajemen bisnis secara visual dan praktis kepada para siswa.
Tim PKM terdiri dari 4 Mahasiswa Program Studi Akuntansi S1 Universitas Pamulang,dengan bimbingan dosen Rananda Septanta, S.E.I., M.Ak. Adapun ketua tim adalah Alfia Muna Laili,dengan anggota: Afridha Miranti,Tri Evita Septi Anggraini,dan Windy Klaudia.
Mengapa Keripik Pisang Lumer?
Pemilihan produk keripik pisang lumer bukanlah tanpa alasan strategis. Indonesia memiliki kekayaan lokal berupa pisang yang melimpah, namun seringkali hanya dijual dengan cara konvensional. Di tangan siswa yang kreatif, bahan baku sederhana seperti pisang kepok dapat bertransformasi menjadi jajanan kekinian yang memiliki nilai jual tinggi melalui teknik “lumer” atau baluran cokelat dan matcha cair.
Secara operasional, produk ini memiliki keunggulan tersendiri:
•Kemudahan Produksi: Proses pembuatannya mudah dipelajari oleh siswa di tingkat sekolah.
•Nilai Ekonomis: Menawarkan margin keuntungan yang menjanjikan meski menggunakan bahan baku yang relatif murah.
•Daya Saing: Mengubah bahan baku biasa menjadi barang konsumsi yang mewah dan marketable di mata konsumen modern.
Edukasi Manajemen dan Praktik Lapangan
Tidak hanya sekadar memasak, para siswa diajarkan dasar-dasar manajemen bisnis yang krusial. Melalui presentasi interaktif, tim mahasiswa memaparkan:
•Analisis Finansial: Cara menghitung modal awal dan penentuan harga jual agar produk tetap kompetitif namun menguntungkan.
•Strategi Bisnis: Cara menemukan peluang usaha di lingkungan sekitar serta langkah-langkah sederhana untuk memulai bisnis dari nol.
•Pengembangan Karakter: Menanamkan sikap mental pengusaha seperti konsistensi, keberanian mencoba hal baru, dan ketangguhan menghadapi kegagalan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik langsung. Para mahasiswa mendemonstrasikan setiap tahapan produksi, mulai dari pengolahan pisang mentah, penggunaan minyak goreng, hingga proses finishing dengan cokelat dan gula halus sampai produk siap dipasarkan. Siswa pun diberikan kesempatan untuk mencoba secara langsung agar mereka memiliki kepercayaan diri untuk mempraktikkannya kembali di rumah.
Antusiasme Praktik Langsung
Suasana workshop menjadi sangat hidup saat sesi praktik dimulai. Mahasiswa mendemonstrasikan proses produksi secara detail, mulai dari pemilihan pisang kepok, penggorengan dengan minyak berkualitas, hingga tahap pemberian topping cokelat dan gula halus.
Para siswa PKBM Anak Panah Cyberschool pun diberikan kesempatan untuk mencoba langsung proses pembuatan tersebut. Tujuannya agar mereka tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mempraktikkannya secara mandiri di rumah masing-masing sebagai embrio usaha kecil.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, di mana para siswa antusias berbagi pengalaman, terutama mereka yang selama ini sudah terbiasa membantu bisnis orang tua. Untuk mencairkan suasana, tim mahasiswa juga mengadakan berbagai games edukatif dan memberikan apresiasi berupa hadiah bagi siswa yang aktif
Menyiapkan Generasi Masa Depan
Kegiatan yang diakhiri dengan sesi foto bersama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan diri siswa. Tim PKM Universitas Pamulang meyakini bahwa dengan membekali keterampilan kewirausahaan sejak sekolah, mereka sedang menyiapkan generasi yang mandiri secara ekonomi.
