Mobil Meledak Saat Isi BBM di SPBU: Sopir Kabur, Polisi Temukan Belasan Jeriken di Dalam Kendaraan

Sebuah insiden ledakan kendaraan yang mengerikan kembali menggemparkan ruang publik dan seketika viral di berbagai platform media sosial. Satu unit mobil dilaporkan meledak dan terbakar secara hebat sesaat setelah melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Peristiwa yang terjadi di tengah antrean kendaraan tersebut tidak hanya memicu kepanikan luar biasa dari para petugas dan konsumen yang berada di lokasi, tetapi juga langsung memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian setempat akibat adanya indikasi aktivitas ilegal.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), ledakan bermula ketika mobil tersebut baru saja selesai mengisi bahan bakar. Percikan api tiba-tiba muncul dari bagian dalam kabin kendaraan dan dengan cepat menyambar tangki bahan bakar hingga memicu dentuman yang keras. Beruntung, petugas SPBU bertindak sigap dengan langsung menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk melokalisasi kobaran api agar tidak merembet ke mesin pompa pengisian utama, sehingga tragedi kebakaran yang jauh lebih besar dapat dihindari.

Meskipun api berhasil dipadamkan dalam waktu yang relatif singkat, sebuah kejanggalan besar langsung terungkap saat petugas dan aparat melakukan pemeriksaan terhadap bangkai kendaraan. Pengemudi mobil tersebut dilaporkan langsung melarikan diri dari lokasi kejadian sesaat setelah ledakan terjadi, tanpa memperdulikan kondisi kendaraannya. Kecurigaan petugas terbukti benar setelah ditemukan sedikitnya 17 buah jeriken berukuran besar yang tersimpan di dalam kabin penumpang, yang diduga kuat digunakan untuk menimbun BBM bersubsidi secara ilegal.

Pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di sekitar area penemuan kendaraan. Aparat saat ini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap sopir yang kabur, serta melacak identitas pemilik asli kendaraan melalui nomor pelat mobil yang masih tersisa. Penemuan belasan jeriken tersebut menjadi bukti awal adanya dugaan tindak pidana pelanggaran penyalahgunaan niaga bahan bakar minyak yang disubsidi oleh pemerintah, yang dapat dijerat dengan sanksi pidana berat.

Kasus viral ini kembali menjadi alarm keras mengenai bahaya nyata dari praktik penimbunan BBM ilegal menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi secara sembarangan. Selain merugikan negara dan hak masyarakat miskin, tindakan ceroboh ini juga sangat mengancam keselamatan nyawa publik di fasilitas umum. Netizen di media sosial mendesak pihak otoritas dan Pertamina untuk semakin memperketat pengawasan di setiap SPBU guna mengantisipasi gerak-gerik para penimbun BBM ilegal demi menjaga keamanan bersama.

By Admin2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *