Pasca Insiden Mobil MBG Tabrak Siswa SD, Korban Jalani Perawatan dan Sopir Diperiksa Polisi

Jakarta — Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) yang menjadi korban tabrakan mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjalani perawatan medis pascakejadian yang terjadi beberapa waktu lalu. Berdasarkan informasi terbaru, kondisi para korban kini berangsur membaik, meskipun sebagian masih harus mendapatkan pengawasan dokter akibat luka yang dialami.

Pihak rumah sakit menyebutkan bahwa mayoritas korban mengalami luka ringan hingga sedang, seperti memar, luka lecet, dan trauma akibat benturan. Beberapa siswa sempat dirawat intensif selama beberapa hari untuk observasi, terutama mereka yang mengalami benturan di bagian kepala dan kaki. Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Selain perawatan fisik, pihak sekolah dan orang tua juga memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa. Aktivitas belajar mengajar bagi korban dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi masing-masing anak. “Kami fokus pada pemulihan anak-anak, baik secara fisik maupun mental,” ujar perwakilan sekolah.

Sementara itu, dari sisi hukum, sopir mobil MBG telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Polisi menyatakan bahwa pengemudi masih berstatus saksi dan proses penyelidikan terus berjalan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan meliputi kondisi kendaraan, rekaman kamera pengawas (CCTV), serta keterangan saksi di lokasi kejadian.

“Jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran hukum, tentu akan kami proses sesuai ketentuan yang berlaku,” kata pihak kepolisian. Hingga kini, belum ada penetapan tersangka karena aparat masih mengumpulkan bukti pendukung dan menunggu hasil pemeriksaan teknis kendaraan.

Pengelola program Makan Bergizi Gratis menyatakan bertanggung jawab atas penanganan korban. Mereka memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung penuh dan berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional distribusi, termasuk pelatihan ulang sopir serta pengecekan rutin kendaraan.

Kasus ini juga menjadi perhatian publik terkait keselamatan lalu lintas di lingkungan sekolah. Sejumlah pihak mendorong adanya pengetatan aturan jam operasional kendaraan distribusi serta pengawasan ekstra di area sekolah demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *