Digitalisasi Absensi Sekolah Minggu Buddha: Mahasiswa Universitas Pamulang Laksanakan Kerja Praktek di Vihara Sian Jin Ku Poh

Bogor – Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan akurasi proses pendataan anggota Sekolah Minggu Buddha (SMB), sekelompok mahasiswa melaksanakan kerja praktek (KP) dengan mengembangkan dan memperkenalkan sebuah sistem absensi digital di Vihara Sian Jin Ku Poh, Tonjong, Bogor. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 1 Juni 2025, dengan melibatkan mahasiswa dari program studi Teknik Informatika yang dipandu langsung oleh dosen pembimbing, Saprudin, S.Kom., M.Kom.

Tim kerja praktek yang terdiri dari Andreas Tan, Christophorus Bayu Widyantoro, dan Nicolas Henryco Siburian, merancang sistem absensi digital dengan metode Rapid Application Development (RAD). Metode ini dipilih karena kemampuannya yang cepat dan fleksibel dalam membangun sistem informasi berbasis kebutuhan pengguna secara langsung. Sistem absensi ini dinamakan Aplikasi SMB (Sekolah Minggu Buddha), yang bertujuan menggantikan metode manual yang selama ini digunakan di vihara.

Dalam sambutannya, ketua SMB Vihara Sian Jin Ku Poh, Sdra. Elki Dama Putra, menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif dan inovasi mahasiswa. Ia menilai bahwa digitalisasi absensi sangat dibutuhkan mengingat sistem manual sebelumnya sering menimbulkan permasalahan seperti salah hitung, kehilangan data, hingga keterlambatan dalam rekapitulasi absensi. Dengan sistem digital ini, pengurus vihara dapat menghemat waktu serta meminimalisir kesalahan dalam pengelolaan data kehadiran anggota SMB.

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan sesi pengenalan aplikasi oleh tim mahasiswa. Acara dilanjutkan dengan penjelasan fitur-fitur utama aplikasi, termasuk tampilan antarmuka, fungsi absensi otomatis, pencarian nama anggota, dan rekap data kehadiran. Andreas Tan, selaku ketua tim KP, bertanggung jawab memaparkan seluruh fitur aplikasi secara teknis dan sistematis agar mudah dipahami oleh pihak vihara.

Selanjutnya, tim KP memberikan demonstrasi langsung mengenai penggunaan aplikasi. Peserta yang terdiri dari ketua dan bendahara SMB, yaitu Sdra. Elki Dama Putra dan Sdra. Rionaldy, diajak mencoba langsung proses input data anggota ke dalam sistem, serta melakukan simulasi proses absensi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh fitur dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan vihara.

Dalam sesi praktik, seluruh nama anggota SMB diinput secara langsung ke dalam database aplikasi. Mahasiswa memastikan bahwa data yang masuk terekam dengan baik dan dapat ditampilkan kembali saat dibutuhkan. Selain itu, dilakukan pula pengecekan ulang untuk memastikan aplikasi berjalan tanpa kendala teknis yang dapat mengganggu fungsionalitas sistem.

Menurut Christophorus Bayu Widyantoro, proses ini sangat penting untuk memastikan kualitas dan stabilitas aplikasi sebelum benar-benar digunakan oleh pengurus SMB. Pihak pengurus vihara pun merasa terbantu dengan sistem ini, karena mereka dapat dengan mudah mengecek data kehadiran, mencetak laporan, dan mengelola keanggotaan tanpa harus menggunakan buku catatan manual.

Kegiatan kerja praktek ini tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi semata, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan dan memahami kebutuhan nyata masyarakat. Pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mengasah keterampilan teknis, komunikasi, dan kolaborasi lintas bidang. Dosen pembimbing, Saprudin, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa kerja praktek semacam ini sangat penting untuk membentuk karakter profesional mahasiswa dan menumbuhkan semangat inovasi.

Setelah semua proses selesai, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara tim mahasiswa dengan pengurus vihara sebagai bentuk dokumentasi dan simbol kolaborasi yang telah terjalin. Tidak lupa, mahasiswa menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan kesempatan yang telah diberikan oleh pihak vihara.

Salah satu hal yang menarik dalam kerja praktek ini adalah bahwa aplikasi SMB dirancang secara fleksibel agar dapat dikembangkan lebih lanjut di masa depan. Menurut Nicolas Henryco Siburian, aplikasi ini dapat diperluas untuk mencakup fitur tambahan seperti manajemen jadwal kegiatan, pengingat otomatis, hingga integrasi laporan keuangan sederhana bagi kegiatan SMB. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga memberikan solusi yang memiliki nilai guna jangka panjang.

Digitalisasi sistem absensi di Vihara Sian Jin Ku Poh ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mempermudah kegiatan sosial dan keagamaan. Melalui pendekatan yang kolaboratif dan partisipatif, mahasiswa mampu menciptakan solusi inovatif yang berakar dari kebutuhan riil masyarakat.

Ke depan, tim mahasiswa berharap agar aplikasi SMB dapat digunakan secara konsisten dan mungkin diterapkan juga di vihara-vihara lainnya. Mereka juga berharap kegiatan kerja praktek semacam ini dapat terus didukung oleh kampus dan masyarakat, sebagai sarana pengembangan potensi serta kontribusi nyata mahasiswa dalam membangun lingkungan sekitar.

Dengan terlaksananya kerja praktek ini, tidak hanya kebutuhan vihara yang terpenuhi, tetapi juga tercipta hubungan harmonis antara dunia pendidikan tinggi dengan masyarakat. Hal ini menjadi cerminan bahwa pendidikan bukan hanya soal teori, melainkan juga penerapan di dunia nyata untuk menciptakan perubahan yang positif dan berdampak langsung.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *